Selasa, 05 Juli 2011

asking alexandria


Asking Alexandria are an English metalcore band from York, North Yorkshire. Founded in 2008 when Ben Bruce (lead guitar) contacted his old companions upon returning to England after residing in Dubai. The current line-up of the group consists of Ben Bruce, Danny Worsnop (vocals), Cameron Liddell (rhythm guitar), Sam Bettley (bass guitar) and James Cassells (drums).

Asking Alexandria have their roots in Dubai, United Arab Emirates, wherein guitarist Ben Bruce started a band and released one full-length album (titled The Irony of Your Perfection) with the group under the name Asking Alexandria. The band shortly afterwards broke-up and Bruce made a statement that at later date that the band known as Asking Alexandria from Dubai only had the name for about a month before leading to their disbandment, hence the band never embarked on a tour.
In 2008, Bruce moved back to England, leaving behind his former bandmates. However, Bruce had no plans on putting his musical career on hold and not long after the move he started fresh with new members, though deciding to carry on the name Asking Alexandria. Bruce has stated that he was the one that created this title, that he still liked it and the meaning/reason behind the name still remained, and therefore decided to continue it in the new project.[1] He also made an emphasised statement in the same blog post that the current Asking Alexandria is not the same band that wrote The Irony of Your Perfection, in style nor members,[1] hence they are two different bands, despite their links. The same statement has been emphasised in interviews and is known to still be a confusion to many fans.
Asking Alexandria, since their formation in 2008, has had some member changes, including going from a six-piece to a five-piece, with the departure of synthesist Ryan Binns.[2] The last known change was bassist Sam Bettley, who replaced Joe Lancaster in January 2009.[3] Lancaster played his final show at Fibbers in their hometown York on 4 January.[4] The band left for the United States the day after the show to promote their music through shows, as well as to prepare for the recording of their debut album.
After spending 2008 and the first months of 2009 touring, the band recorded their debut studio album between 19 May and 16 June 2009 at The Foundation Recording Studios in Connersville, Indiana, United States with producer Joey Sturgis.[5] They announced their signing with Sumerian Records shortly after finishing the recording and released their debut album, Stand Up and Scream, on 15 September 2009 through their new label. The band spent 2009 focusing on gaining success in the United States, touring with well known bands such as Alesana, Enter Shikari, The Bled and Evergreen Terrace, amongst others.




Selasa, 17 Mei 2011

avril lavigne


Avril Lavigne, adalah seorang penyanyi pop-punk, musisi, dan aktris asal Kanada. Pada tahun 2006, Majalah Bisnis Kanada memposisikannya dalam posisi ke-7 wanita Kanada paling mengagumkan di Hollywood, dan pada tahun 2007 dia memenangkan 9 nominasi Jabra Music Contest untuk kategori Best Band In The World, berdasarkan pilihan penggemar diseluruh dunia.

Hingga kini, Lavigne telah merilis 3 buah album studio, yaitu Let Go (2002) yang terjual lebih dari 19 juta diseluruh dunia dengan 9 juta di US, Under My Skin (2004) yang terjual lebih dari 12 juta diseluruh dunia dan 4 juta di US, dan The Best Damn Thing (2007) yang terjual lebih dari 9 juta dan 2,5 juta di US. Lavigne juga telah memproduksi delapan singel internasional, diantaranya adalah "Complicated", "Sk8er Boi", "I'm with You", "Don't Tell Me", "My Happy Ending", "Girlfriend", "When You're Gone" dan "What The Hell". Lavigne pun mengisi soundtrack untuk film Alice in Wonderland dengan lagu yang berjudul "Alice". Ia telah menjual rekaman album dan singelnya sebanyak kurang lebih 45 juta diseluruh dunia.

Avril Lavigne dilahirkan disebuah kota kecil, Napanee, Ontario. Kemampuan Avril dalam bernyanyi telah diketahui sejak ia berumur 2 tahun, ketika ibunya mengatakan bahwa Avril telah mulai ikut menyanyi lagu-lagu rohani di gereja. Keluarga Avril pindah ke Napanee saat dia berumur 5 tahun. Pada tahun 1998, Avril memenangkan kompetisi bernyanyi dalam tour resmi penyanyi Kanada, Shania Twain. Avril menyanyikan lagu Shania yang berjudul What Made You Say That.

Saat usia Avril menjelang 16 tahun, dia didaftarkan oleh Ken Krongard, seorang artis dan jurnalis, wakil dari perusahaan rekaman Arista. Ken mengundang Antonio "L.A." Reid untuk mendengarkan nyanyian Avril disebuah studio rekaman milik Peter Zizzo di New York. Selanjutnya Avril melengkapi kontrak album perdananya, Let Go.
Album pertama Avril, Let Go, dirilis pada tanggal 4 Juni 2002 di Amerika Serikat, menduduki posisi 2 disana, dan menduduki posisi 1 di Australia, Kanada, Inggris, dan beberapa negara lainnya, dengan hits singel lagu "Complicated", "Sk8er Boi", "I'm with You", dan "Losing Grip". Album ini sangat sukses dan terjual lebih dari 17 juta diseluruh dunia, 7 juta nya terjual di US.

Ditahun 2004, tepatnya tanggal 25 Mei 2004, Lavigne merilis album kedua yang bertitel Under My Skin dengan hits singel lagu "Don't Tell Me", "My Happy Ending", "Nobody's Home, "He Wasn't", dan "Fall to Pieces". Album ini mengikuti jejak sukses dari Let Go, terjual 12 juta diseluruh dunia dan 4 juta terjual di US.

Album ketiga Avril, The Best Damn Thing dirilis pada tanggal 17 April 2007. Album ini cukup mengejutkan, karena Avril mengubah gaya bernyanyinya yang sebelumnya sangat kental dengan rock dan warna-warna gelap, menjadi lebih ceria dan berwarna pink. Album ini mempunyai hits singel lagu "Girlfriend", "When You're Gone", "Hot", dan "The Best Damn Thing".

Avril pun pernah beberapa kali mengisi soundtrack film, diantaranya adalah film Eragon dengan singel "Keep Holding On" dan yang terbaru, film Alice in Wonderland dengan singel berjudul "Alice".

Senin, 14 Maret 2011

bring me the horizon


Bring Me the Horizon adalah band metalcore Inggris dari Sheffield, Yorkshire, yang dibentuk pada tahun 2004. Mereka saat ini menandatangani kontrak dengan Terlihat Records Kebisingan di Inggris, Epitaph Records di AS dan untuk Shock Records di Australia.

Bring Me the Horizon dimulai tahun 2004.

Band ini awalnya masuk ke Tiga puluh Days of Night Records dan merupakan band pertama yang menandatangani kontrak dengan label tersebut.

Mereka merilis debut album Menghitung Berkat pada bulan Oktober 2006 di Inggris dan pada bulan Agustus 2007 di Amerika Serikat.

Bring Me the Horizon studio rekaman album kedua mereka Bunuh Diri Musim di Swedia dengan Fredrik Nordström. Album ini dirilis pada bulan September 2008.

Band ini memulai tur utama pertama mereka di AS, juga tampil di Warped Tour 2008. Bring Me the Horizon juga bergabung Mindless Self Indulgence, Dalam Kasus Api, Black Tide dan Dir en grey di dalam Kerrang! dan tak kenal ampun 2009 Inggris tur. [4] Mereka juga bergabung Kamis, Kanker Kelelawar, Empat Tahun yang kuat dan Pierce the Veil pada Taste of Chaos 2009 tur Amerika Utara.

Pada November 2009 Bring Me the Horizon merilis versi remix Season Bunuh Diri, berjudul Bunuh Diri Season: Cut Up!. Musisi dan produser ditampilkan di album termasuk Ben Weinman dari The Dillinger Escape Plan, Sonny Moore, L'Amour La Morgue (Ian Watkins dari Lostprophets), Utah Saints dan Shawn Crahan dari Slipknot [5].

Pada bulan Maret 2009, gitaris Curtis Ward keluar dari band tersebut;. Ia digantikan oleh gitaris Australia Jona Weinhofen [6]

Album ketiga band debut di nomor 17 di Billboard 200 di Amerika Serikat [7], nomor 13 di UK Album Chart, [8] dan nomor 1 di Chart Album Australia [9], Inggris Rock Chart [10] dan Chart Indie Inggris [11]. Meskipun mencapai nomor 1 di Australia, penjualan album dari 3.600 mereka mendapatkan ke sana, adalah yang terendah dalam sejarah tangga lagu ARIA. [12]

Rabu, 02 Maret 2011

secondhand serenade


Para muda-mudi kota kembang Bandung sudah memenuhi gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) sejak sore hari untuk bersiap menyaksikan penampilan band asal Amerika Serikat, Secondhand Serenade. Teriakan anak-anak muda yang kebanyakan wanita sepertinya menandakan rasa tidak sabar untuk menyaksikan John dan teman-temannya beraksi.

Sampai akhirnya, sekitar pukul 20.30 WIB, John Vessely bersama Tom (drum), Lucas (bass) dan Ryan (gitar) muncul dan langsung membuat penonton histeris dengan membawakan lagu pertama berjudul You And I. Sang vokalis, John tampil sederhana dengan kemeja kotak-kotak lengan panjang dan celana jeans.

Histeria penonton tak cukup sampai di situ, berikutnya beberapa lagu seperti Like A Knife, Stranger, dan So Long pun juga mengundang teriakan kencang dari para penonton serta mengikuti irama lagu dan bernyanyi. Animo penonton di gedung Sabuga memang sangat besar. Sehari sebelumnya, tiket yang nyaris sold out pun disempurnakan dengan habisnya tiket pertunjukkan di hari H. Seperti yang penyelenggara konser Surya Professional Mild ucapkan tiket sold out. Sabuga, Sabtu (8/1) malam dipenuhi sekitar 4 ribu pecinta Secondhand Serenade.

Di lagu ke lima, Awake, John pun mulai menyapa para fansnya dengan mengatakan, "Hallo Indonesia." Sadar ketika dirinya bukan berada di Jakarta seperti konser pertamanya di tahun 2009 lalu, sang vokalis pun mengatakan jika dirinya mendapatkan informasi jika Bandung memiliki wanita-wanita yang cantik.

"Saya mendengar, ketika saya berencana ke Bandung, saya mendengar banyak perempuan cantik di sini. Dan saya benar melihatnya. Banyak hal menarik di sini," ujar John.

Lagu Vulnarable jadi salah satu yang dinantikan penonton. John pun memancing teriakan penonton dengan intro lagu tersebut. Tiap kali penonton berteriak, John stop memainkan gitarnya. Terus begitu hingga gemuruh tak tertahankan lagi. Penonton pun tak mau melewatkan momen ketika lagu Your Call akan dibawakan John. Mereka bernyanyi bersama sambil tidak ketinggalan merekam lagu tersebut dengan kamera ponsel.

Dalam konser yang dipromotori Nada Promotama tersebut John dibantu tiga orang musisi yang salah satunya adalah adik kandungnya, Luke Vessely sebagai bassis. Beberapa lagu dibawakan Josh full band tapi tak sedikit juga yang hanya diiringi gitar akustik. Pukul 21.30 WIB, Secondhand Serenade melakukan encore dan kembali dengan membawakan lagu Something More. John duduk di depan keyboardnya dan mendendangkan Reach For The Sky juga Fall For You. Semua penonton ikut bernyanyi dan berdesak-desakan ke depan panggung agar bisa lebih dekat melihat John. Hampir semua langsung mengangkat ponselnya dan merekam lagu tersebut. Lagu ditutup dengan kembang api yang menari di depan panggung.

Di pengujung konsernya pun, tidak seperti biasanya, Seconhand Serenade menyanyikan lagu milik Coldplay berjudul Fix You. lagu ini juga ditandai dengan kembang api dan hujan kertas di pentas Secondhand Serenade.

Tak lupa, John pun mengaku terkesan dengan antusiasme para fansnya. Dirinya pun memberikan kejutan dengan mengucapkan terima kasih dalam bahasa Sunda. "Terima kasih, awewe Bandung gareulis," teriak John. Selanjutnya, Secondhand Serenade akan melanjutkan konser Surya ProMild nya di Gramedia Expo, Surabaya Minggu, (9/1) malam ini.

killing me inside


Ambon (ANTARA News) - Band Killing Me Inside yang beraliran modern rock saat ini sedang menggelar konser keliling Indonesia untuk memperkenalkan karyanya kepada penikmat musik di Tanah Air.

Tidak kurang dari 13 kota besar telah dijadwalkan untuk disinggahi band yang diawaki oleh Onad (vokal), Josaphat (gitar), dan Davi (dram) tersebut.

Menurut Onad, kota yang akan disinggahi adalah Bali, Surabaya, Malang, Jogjakarta, Solo, Semarang, Cirebon, Bandung, Medan, Makassar, Manado, Balikpapan, dan Jakarta.

"Untuk rangkaian tur ini kami sudah memulainya dari Bandung, kami berharap tur bisa berjalan sesuai dengan harapan kami," katanya saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Ia menyatakan konser keliling 13 kota besar itu untuk promosi album terbaru "self-tittled" Killing Me Inside, setelah diluncurkan di bawah label PT Royal Prima Musikindo (RPM) pada penghujung 2010.

Memiliki album dan menggelar konser keliling Indonesia adalah sebuah mimpi lama Onad, Josaphat dan Davi yang kini terwujud.

"Punya album dan tur ke seluruh Indonesia adalah impian kami sejak dulu. Musik ini kami dedikasikan buat fans Killing Me Inside di seluruh negeri," kata Josaphat.

"Kami berharap konser keliling ini berlanjut ke kota-kota kecil lainnya di Indonesia," katanya.

Dalam album terbaru ini, Killing Me Inside hadir dengan 12 lagu termasuk nomor hits Biarlah.

Di lagu itu, Onad menunjukkan karakter vokal yang segar lewat lengkingan nada-nada tinggi, sedangkan aroma rock yang kuat disuguhkan oleh Josaphat dan Davi melalui raungan gitar dan sentuhan dram penuh tenaga

Di jalur indie, Killing Me Insiden bukan "barang baru". Band ini memulai perjalanan kariernya pada awal 2006 dan sempat melalui frase bongkar pasang personel.

Dua musisi mantan band itu adalah Raka yang kini bergabung dalam Vierra, dan Sansan yang kini kerja bareng Pee Wee Gaskins.

Ketekunan berlatih dan kegigihan menghadapi tantangan membuat Killing Me Inside mampu meraih dua gelar bergengsi, yakni pemenang kategori Best Indie dan Best New Artist dari ajang Indigo Awards 2010 di Planery Hall JCC Senayan, Jakarta.

Indigo Awards merupakan ajang unjuk kebolehan bagi insan musik berbakat.

Direktur RPM, Octav Panggabean, menyimpan optimisme besar bahwa Killing Me Inside akan menjelma menjadi band dengan nama besar di industri musik tanah air.

Menurut dia, kemampuan bermusik dan pilihan jenis musik Killing Me Inside menjadi salah satu alasan pihaknya bersedia menaungi mereka.

"Saya punya harapan besar terhadap band ini. Mudah-mudahan anak-anak muda ini memiliki attitude yang tetap sama hingga nanti mereka benar-benar menjadi band besar, tetap rendah hati, ramah, dan tidak macam-macam," katanya.(*)

Kamis, 17 Februari 2011

greenday


Green Day adalah sebuah kelompok musik bergenre punk rock yang berasal dari California, Amerika Serikat dan terdiri atas Billie Joe Armstrong (penyanyi utama, gitaris), Mike Dirnt (basis, penyanyi pendukung), dan Tré Cool (pemain drum, penyanyi pendukung). Green Day telah diakui di dunia musik karena keberhasilan mereka dalam mengembalikan dan membuat genre punk rock kembali terkenal, bersama-sama dengan grup musik tahun 1990-an seperti The Offspring dan Rancid.

Musik mereka telah memengaruhi banyak kelompok musik beraliran punk lain, seperti Blink 182 dan Good Charlotte.
Grup musik ini telah menjual lebih dari 50 juta album di Amerika Serikat dan lebih dari 100 juta album di seluruh dunia. Green Day telah memenangkan berbagai penghargaan, seperti MTV Video Music Awards dan Nickelodeon Kids' Choice Awards, juga berbagai penghargaan lainnya, serta telah memenangkan 3 Grammy Awards (Best Alternative ALbum untuk Dookie, Best Rock Album untuk American Idiot dan Record of the Year untuk Boulevard of Broken Dreams).

Kamis, 10 Februari 2011

sejarah internet

mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer
sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama
ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu
sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.



Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan
setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung
menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang
penting yang menunjukkan "at" atau "pada". Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET
mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London
merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan
Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob
Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal
pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil
mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun
kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk
sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin,
menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France
Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana
orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka
dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982
dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita
kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal
dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda,
Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup
USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984
diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain
Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi
1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan
melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan
IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling
berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000
komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling
bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa
menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk
jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.